INPEDIA.ID : KONAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe bersama Pemerintah Daerah resmi menandatangani Nota Kesepahaman atas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif eksekutif dalam Rapat Paripurna, Senin (21/7/2025).
Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan dua dokumen Raperda oleh Pemda Konawe kepada DPRD pada 15 Juli 2025 melalui paripurna sebelumnya.
Dua Raperda yang disepakati ialah: Raperda tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Investasi di Daerah dan Raperda tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Daerah
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Konawe I Made S. Asmaya, S.Pd., M.M. didampingi Wakil Ketua Nuryadin Tombili, S.T. Dari pihak eksekutif hadir Sekda Konawe Dr. Ferdinand, S.P., M.H. mewakili Bupati H. Yusran Akbar, S.T. Kegiatan turut dihadiri kepala OPD lingkup Pemda Konawe, serta perwakilan Polres dan Kejaksaan Negeri Konawe.
Raperda tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi disusun untuk menciptakan iklim investasi kondusif serta memperkuat daya saing daerah. Landasan hukumnya antara lain
Pasal 101 UU No. 1 Tahun 2022 yang memberi kewenangan pemerintah daerah memberi insentif fiskal berupa pengurangan atau penghapusan pajak dan retribusi daerah. PP No. 24 Tahun 2019, yang mensyaratkan pemberian insentif dan kemudahan investasi diatur melalui Perda. Kebutuhan untuk menumbuhkan ekonomi lokal, meningkatkan serapan tenaga kerja, serta mendorong produktivitas UMKM.
Raperda PUG dirancang sebagai bentuk komitmen Pemkab Konawe dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesetaraan gender di seluruh sektor pembangunan.
Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, berharap Raperda PUG dapat mendorong kebijakan daerah yang lebih responsif gender serta memperluas peran perempuan dalam pembangunan. Sementara Raperda Insentif Investasi diharapkan memperkuat daya saing ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat Konawe.
“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, DPRD dan Pemda Konawe menunjukkan langkah progresif memperkuat regulasi pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan pro-investasi,” pungkas Made Asmaya.













