KONAWE : INPEDIA.ID – Proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di sejumlah titik di Provinsi Sulawesi Tenggara segera dimanfaatkan oleh petani untuk mendukung kebutuhan air pertanian.
Program JIAT merupakan inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebagai solusi penyediaan jaringan irigasi di wilayah yang mengalami keterbatasan air baku, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Humas Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kendari, Ahmad Sanusi, mengatakan sejumlah titik JIAT telah melalui tahap uji coba operasional (running test) serta pengujian kelayakan air oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Running test sudah dilakukan, termasuk uji kelayakan air. Untuk pelaksanaan di lapangan nanti menunggu jadwal tanam namun terlebih dulu akan dilakukan serahterima ke Dinas Pekerjaan Umum kabupaten/kota,” kata Ahmad Sanusi saat dikonfirmasi, Senin 04/05/2026.
Ia menjelaskan, setelah proses serah terima dari BWS IV Kendari kepada dinas PU dan Tataruang di daerah, pengelolaan operasional JIAT akan dilanjutkan kepada kelompok tani setempat.
Menurut dia, kelompok tani nantinya akan memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai kebutuhan air dan jadwal tanam di masing-masing wilayah.
Terkait biaya operasional, Ahmad menjelaskan bahwa setiap unit JIAT telah dilengkapi dengan panel surya (solar cell) sebagai sumber energi penggerak pompa air.
“Dengan menggunakan tenaga surya, biaya operasional dapat ditekan karena tidak bergantung pada bahan bakar. Kelompok tani hanya minta untuk menjaga dan merawat fasilitas ini,” terang Ahmad Sanusi.
Ia berharap, dengan adanya bangunan JIAT ini dapat meningkatkan masa tanam, khusnya di daerah yang mengalami kendala air selama ini.
“Dengan adanya JIAT ini, petani tidak lagi terlalu bergantung pada curah hujan. Air tersedia lebih stabil sehingga masa tanam bisa lebih terjadwal, sehingga program swasembada pangan nasional dapat lebih maksimal hasilnya,” harap Ahmad.













