INPEDIA.ID : KENDARI – La Ode Umar Bonte mengecam keras pola operasional tambang nikel yang dijalankan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Senator asal Sultra itu menyampaikan kritik setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang. Ia menilai aktivitas pertambangan tersebut sebagai bentuk eksploitasi berlebihan yang dinilai mengabaikan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam pernyataannya melalui akun media sosial, Selasa (17/2), Umar Bonte menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “pelarian” kekayaan alam Sultra. Menurut dia, bijih nikel yang ditambang di Konawe justru dikirim secara masif ke kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah.
“Saya baru berkunjung ke Kecamatan Routa, di sana ada penambangan yang bengis dilakukan oleh PT SCM. Dia keruk kekayaan Sultra lalu dibawa ke PT IMIP. Ini kan gila,” kata Umar Bonte.
Ia menyayangkan kondisi tersebut karena, menurutnya, daerah hanya menanggung dampak lingkungan, sementara nilai tambah ekonomi dan pajak dinikmati wilayah lain.
“Bayangkan kekayaan Sultra ditambang oleh perusahaan yang tidak peduli dengan rakyat lalu dibawa ke provinsi lain. Yang akhirnya pajaknya diambil provinsi lain,” ujarnya.
Umar Bonte juga mengkritik sikap Pemerintah Provinsi Sultra yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap aktivitas perusahaan tersebut. Ia bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya pengaruh pihak tertentu di balik operasional perusahaan.
“Gubernur Sultra malah diam tidak berkutik. Apakah karena pemilik perusahaan ini orang-orang kuat? Saya tahu siapa pemiliknya. Pemiliknya masih menjadi menteri saat ini,” katanya.
Selain persoalan ekonomi, ia turut menyoroti dampak ekologis yang diduga timbul akibat aktivitas tambang, termasuk banjir yang disebut semakin rutin terjadi di wilayah Routa.
Ia juga menuding perusahaan tidak menepati komitmen awal terkait pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).
“Sejak masuk mereka sudah menipu rakyat. Janji buka smelter ternyata bohong semua, sangat bohong,” ujar dia.
Video pernyataan tersebut menjadi perbincangan luas di media sosial.
Untuk diketahui, La Ode Umar Bonte merupakan anggota DPD RI periode 2024–2029 mewakili Sulawesi Tenggara dengan perolehan 214.999 suara pada Pemilu Legislatif 2024. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT SCM maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait pernyataan tersebut.













