INPEDIA.ID : KONAWE – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Konawe memfokuskan upaya pencegahan stunting di sejumlah desa prioritas yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Konawe.
Kepala Bidang Keluarga Sejahtera DPPKB Konawe, Ismail, mengatakan intervensi dilakukan secara terarah di desa-desa yang menjadi lokus penanganan stunting.
“Intervensi kami difokuskan pada desa prioritas agar penanganan stunting lebih efektif dan tepat sasaran, terutama melalui pendekatan keluarga,” kata Ismail, Jumat 24/04/2026.
Ia menyebutkan desa-desa yang menjadi fokus penanganan antara lain Desa Ulu Onembute dan Tawapandere di Kecamatan Onembute, Desa Andabia dan Lerehoma di Kecamatan Anggaberi, Desa Lasoso di Kecamatan Anggalomoare, serta Desa Labotoy Jaya di Kecamatan Kapoiala.
Selain itu, intervensi juga dilakukan di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Desa Tanggola, Puuwiwirano, dan Walandawe, Kecamatan Routa, Desa Andaroa dan Baini, Kecamatan Sampara, serta Desa Andalambe di Kecamatan Tongauna Utara.
Menurut dia, kegiatan intervensi mencakup edukasi kepada keluarga, terutama bagi remaja, calon pengantin, ibu hamil, serta orang tua dengan anak usia di bawah lima tahun, dengan fokus pada pencegahan stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
DPPKB juga mendorong penerapan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang di tingkat rumah tangga sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.
Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) terus mengoptimalkan langkah lintas sektoral dengan menitikberatkan pada upaya pencegahan sesuai strategi nasional.
Ismail berharap, melalui intervensi di lokasi prioritas tersebut, angka stunting di Kabupaten Konawe dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.













