INPEDIA.ID : KONAWE – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Konawe menggelar sosialisasi peningkatan pemahaman keluarga dalam mencegah stunting di Desa Ulu Onembute, Kecamatan Onembute, Jumat 24/04/2026.
Ismail SKM., M. Kes Kepala bidang keluarga sejahtera DPPKB Konawe Konawe, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan stunting sejak dini, terutama melalui pendekatan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya pencegahan stunting, baik melalui intervensi spesifik maupun sensitif,” ujarnya.

Menurut Ismail, sasaran kegiatan tersebut meliputi remaja atau calon pengantin, ibu hamil, serta orang tua yang memiliki anak usia 0–5 tahun. Materi sosialisasi difokuskan pada perubahan perilaku keluarga dalam pencegahan stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dalam kegiatan itu, DPPKB menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak kehamilan, pemberian ASI eksklusif bagi bayi usia 0–6 bulan, serta pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi bagi anak usia 6–24 bulan.
Selain itu, masyarakat juga diedukasi terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, penggunaan jamban sehat, serta memastikan ketersediaan air bersih di lingkungan rumah tangga.
“Peran keluarga sangat penting dalam pencegahan stunting, termasuk keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan anak serta aktif mencari informasi dan mengikuti pendampingan dari tim pendamping keluarga,” katanya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui penguatan ketahanan keluarga, seperti menghindari pernikahan dini serta mengatur jarak kelahiran anak melalui program keluarga berencana (KB).
Pemerintah Kabupaten Konawe bersama tim lintas sektoral yang tergabung dalam Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) terus berkomitmen menekan angka stunting melalui berbagai program, dengan target strategi nasional 2026 yang menitikberatkan hingga 80 persen pada upaya pencegahan.
DPPKB Konawe sebagai sekretariat dan koordinator perubahan perilaku dalam TP3S juga melakukan intervensi di sejumlah desa prioritas, antara lain di Kecamatan Anggaberi (Desa Andabia dan Lerehoma), Kecamatan Anggalomoare (Desa Lasoso), Kecamatan Kapoiala (Desa Labotoy Jaya), Kecamatan Onembute (Desa Ulu Onembute dan Tawapandere), Kecamatan Puriala (Desa Ahuawali), Kecamatan Routa (Desa Tanggola, Puuwiwirano, dan Walandawe), Kecamatan Sampara (Desa Andaroa dan Baini), serta Kecamatan Tongauna Utara (Desa Andalambe).
Ismail berharap melalui sosialisasi tersebut, masyarakat dapat lebih memahami langkah-langkah pencegahan stunting sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Konawe.













