INPEDIA.ID : KONAWE – Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Konawe terus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah dengan memanfaatkan potensi pendapatan baru, salah satunya dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Konawe, Andi Tendri Rawe Lasandara, mengatakan pemerintah daerah mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Konawe untuk melakukan mutasi kendaraan operasionalnya agar menggunakan pelat nomor kendaraan Kabupaten Konawe.
“Perusahaan yang beroperasi di Konawe diharapkan dapat memutasi kendaraan operasionalnya sehingga menggunakan plat nomor Konawe. Langkah ini menjadi salah satu upaya meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor,” kata Andi Tendri, Selasa, 21/7/2026.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menyasar kendaraan operasional yang selama ini masih terdaftar di luar daerah, padahal aktivitasnya di wilayah Kabupaten Konawe, terutama di kawasan pertambangan dan pabrik pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, serta perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
Menurut dia, semakin banyak kendaraan yang dimutasi menjadi kendaraan berplat Konawe, maka penerimaan daerah dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga akan meningkat.
Untuk itu, ia berharap perusahaan dapat mendukung kebijakan tersebut sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah, mengingat aktivitas usaha yang dijalankan turut memanfaatkan infrastruktur dan fasilitas publik.
” Inikan kendaraan berplat luar, otomatis opsen pajak kendaraanya di terima daerah lain. Kami inginkan, dengan oprasional mereka di konawe maka opsen pajak kendaraan masuk juga di Konawe,” terang Andi Tendri Rawe Lasandara.
Untuk melaksanakan kebijakan ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan pihak perusahaan, guna mempermudah proses mutasi kendaraan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan secara bertahap.
Berdasarkan data UPTB Samsat Konawe, pemerintah daerah Konawe telah menerima Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp12,45 Miliar terhitung sejak Januari hingga Juli 2026.













