Dinas Peternakan dan Keswan Konawe Bangun Puskeswan di Uepai dan Puriala

Kepala dinas keswan dan peternakan Konawe, Sitiana

KONAWE : INPEDIA.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, membangun dua unit pusat kesehatan hewan (Puskeswan) di Kecamatan Uepai dan Puriala untuk mendekatkan pelayanan kesehatan hewan kepada peternak.

Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Konawe, Sitiana, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan karena kedua wilayah memiliki potensi populasi sapi yang cukup signifikan sehingga membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan hewan yang memadai.

“Pembangunan Puskeswan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada peternak, mempercepat penanganan hewan sakit, serta meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan menular, termasuk penyakit yang berpotensi menular kepada manusia,” kata Sitiana.

Baca Juga – https://inpedia.id/ternak-sapi-di-kecamatan-onembute-turun-10-persen-akibat-kemarau/

Ia menjelaskan, kedua Puskeswan tersebut akan dilengkapi dokter hewan dan fasilitas pendukung, termasuk rumah dinas bagi tenaga medis hewan yang bertugas di masing-masing lokasi.

Fasilitas itu diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan hewan sesuai standar, sekaligus meningkatkan akses peternak terhadap pemeriksaan, pengobatan, dan upaya pencegahan penyakit ternak.

Sitiana mengatakan Kabupaten Konawe merupakan salah satu daerah penyangga ketersediaan pangan, khususnya daging, di Sulawesi Tenggara. Potensi tersebut menjadikan Konawe sebagai salah satu wilayah penting dalam pengembangan sektor peternakan di daerah.

Baca Juga : https://inpedia.id/mitigasi-dinas-keswan-konawe-ubah-jerami-padi-jadi-silase-sebagai-pakan-ternak-alternatif/

Selain meningkatkan pelayanan kesehatan hewan, pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan populasi sapi melalui program inseminasi buatan (IB) dan perkawinan alami.

Populasi sapi di Konawe saat ini didominasi jenis sapi Bali atau sapi lokal yang menjadi salah satu komoditas utama peternakan masyarakat selain kambing dan kerbau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *