KONAWE : INPEDIA.ID – Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Kabupaten Konawe, melakukan mitigasi pakan ternak dengan memanfaatkan jerami padi sebagai pakan ternak alternatif di musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Kabupaten Konawe, Sitiana, mengatakan pihaknya mendorong pemanfaatan jerami padi untuk di olah menjadi silase sebagai pakan ternak sapi dan kambing.
” Silase ini berbahan baku jerami padi, jerami padi ini di fermentasi dengan mencampurkan garam kemudian di simpan 3-4 hari sebelum di jadikan pakan ternak,” kata Sitiana, Senin 19/10/2026.
Menurut dia, kondisi Kabupaten Konawe yang saat ini memasuki masa panen padi menjadi peluang bagi peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian tersebut sebagai sumber pakan bagi ternak mereka.
” Dengan kondisi di beberapa wilayah yang sedang krisis pakan, pemanfaatan ini bisa menjadi solusi bagi peternak di Konawe,” harapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data petugas lapangan Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Kabupaten Konawe, wilayah yang paling terdampak kekurangan pakan hijau akibat kemarau berada di Kecamatan Onembute.
“Wilayah Kecamatan Onembute menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian karena dampak kemarau terhadap ketersediaan pakan hijauan. Namun, pemanfaatan jerami padi menjadi silase juga dapat diterapkan di kecamatan lain yang memiliki populasi sapi,” ujarnya.
Selain melakukan mitigasi ketersediaan pakan, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Kabupaten Konawe tetap melaksanakan pelayanan inseminasi buatan (IB) pada ternak milik warga.
Sitiana mengatakan pelaksanaan inseminasi buatan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan ternak serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
“Pelayanan inseminasi buatan tetap kami lakukan dengan melihat kondisi ternak terlebih dahulu. Apabila kondisi ternak kurang sehat atau belum memenuhi standar, tindakan inseminasi tidak dilakukan,” jelasnya













