Ternak Sapi di Kecamatan Onembute Turun 10 Persen Akibat Kemarau

KONAWE : INPEDIA.ID – Dampak kemarau panjang yang terjadi saat ini menyebabkan ketersediaan pakan hijauan ternak di sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe, menurun.

Wilayah paling terdampak akibat fenomena el nino ini berada di Kecamatan Onembute. Jumlah ternak di wilayah ini turun hingga 10 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Kabupaten Konawe, Sitiana, mengatakan kondisi ketersediaan pakan ternak di sebagian besar wilayah masih relatif aman, tetapi di Kecamatan Onembute terjadi penurunan yang cukup signifikan berdasarkan hasil pantauan petugas lapangan.

“Di Onembute terjadi penurunan ketersediaan pakan hijauan yang cukup signifikan. Kondisi ini dipengaruhi dampak El Nino yang menyebabkan pakan alami ternak, terutama rumput, mengering, akibatnya populasi sapi di Onembute turun hingga 10 persen ,” kata Sitiana.

Baca juga : https://inpedia.id/dinas-keswan-konawe-bangun-puskeswan-di-uepai-dan-puriala/

Ia menjelaskan, minimnya pakan hijauan membuat peternak kesulitan merawat ternak mereka, sebagian memilih menjual ternak mereka sebelum kondisinya mengurus dan mempengaruhi nilai jualnya.

Sebagai langkah mitigasi diwilayah Onembute dan sekitarnya, pihaknya memperkenalkan pakan ternak yang berbahan baku dari jerami padi. Pakan ini di sebut silase yang terbuat dari sisa panen padi yang di fermentasi menggunakan air garam.

Menurut Sitiana, langkah ini menjadi pakan alternatif dikondisi krisis pakan hijauan saat ini. Nantinya pakan ini juga akan di pamerkan ke masyarakat peternak saat kegiatan Inovasi Daerah.

Ia berharap pakan alternatif ini dapat terus di kembangkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di wilayah Konawe yang kesulitan.

“Semoga pakan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak selama musim kemarau, ketika ketersediaan rumput segar semakin terbatas,” terangnya.

Baca Juga : https://inpedia.id/mitigasi-dinas-keswan-konawe-ubah-jerami-padi-jadi-silase-sebagai-pakan-ternak-alternatif/

Petugas lapangan Dinas Keswan dan Peternakan Konawe, Davit mebenarkan penurunan populasi sapi di Onembute. Dia bilang, dari pantauan di lapangan sejumlah peternak memilih menjual sebagian ternak mereka.

“Yang kami temukan seperti itu, peternak menjual ternak mereka karena ketersediaan pakan sudah kurang, dari 10 ternak mereka jual 2-3 ekor,” terangnya.

Dan yang paling terdampak pada peternak yang melepas liarkan sapi mereka di padang rumput. Perlakuak sapi ini berbeda dengan sapi kandang.

“Saat ini kami mencoba memperkenalkan Silase sebagai pakan alternatif ke para peternak, semoga ini bisa di manfaatkan peternak di sana,” harap Davit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *