INPEDIA.ID : KONAWE – Bupati Konawe Yusran Akbar, lakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dikbud Konawe, pada Rabu 31/12/2025.
Dalam inspeksi tersebut, Bupati Konawe meminta laporan progres pembangunan infrastruktur sekolah sepanjang tahun 2025 ke Kepala Dinas Dikbud Konawe Dr. Suryadi.
Selain terkait infrastruktur, Ia juga meminta perkembangan pendidikan di seluruh jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Pendidikan ini sangat fundamental. Pemerintah harus memiliki komitmen yang jelas terkait kualitas pendidikan, mulai dari tingkat bawah hingga menengah. Demikian dengan infrastruktur di lapangan,” ujar Yusran Akbar.
Berdasarkan data Diknas yang di sampaikan ke Bupati antaranya Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Agustus 2025, jumlah peserta didik SD di Konawe tercatat sebanyak 25.594 siswa yang tersebar di 277 sekolah. Dengan rincian 270 sekolah negeri dan tujuh sekolah swasta.
Sementara jumlah siswa SMP mencapai 8.675 orang di 67 sekolah, terdiri atas 62 sekolah negeri dan lima sekolah swasta.
Menurut Bupati, data tersebut harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidik dan penyediaan sarana prasarana pendidikan.
“Setiap angka merepresentasikan arah kebijakan pemerintah daerah kedepan,” ujarnya.
Selain membahas data peserta didik, Yusran juga menyoroti progres pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum atau DAU APBD Kabupaten Konawe serta Dana Revitalisasi APBN Tahun 2025.
“Saya ingin memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar,” terangnya.
Usai pertemuan, Bupati Konawe meninjau langsung kondisi fisik Kantor Dikbud, termasuk ruang kerja dan fasilitas pendukung. Dalam peninjauan tersebut, ia menilai aula pertemuan kantor sudah tidak layak dan perlu dilakukan rehabilitasi.
“Aula ini akan kita perbaiki agar dapat dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan dan sosialisasi program pendidikan bagi guru, orang tua, dan masyarakat,” terangnya.













