Bupati Konawe Sebut PPPK Tulang Punggung Birokrasi dan Pembangunan

Bupati Konawe Yusran Akbar

KONAWE : INPEDIA.ID – Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara, Yusran Akbar menyebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sebagai salah satu kekuatan utama dalam menggerakkan birokrasi dan pembangunan daerah.

“Jangan pernah berpikir kalian hanya P3K. Kalian adalah bagian utama dari inti penggerak pembangunan dan aparatur sipil negara,” kata Yusran saat memberikan pembinaan kepada 581 peserta Orientasi P3K Gelombang III Tahun 2026 di Gedung Wekoila, Unaaha, Selasa 11/8/2026.

Ia mengatakan para P3K yang terdiri atas tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis memiliki posisi strategis karena menjadi representasi Pemerintah Kabupaten Konawe dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Yusran, terdapat lima peran penting P3K, yakni sebagai representasi pemerintah, penggerak pembangunan di setiap sektor, pelaksana kebijakan kepala daerah, pemberi pelayanan kepada masyarakat, serta bagian dari penguat persatuan dalam birokrasi pemerintahan.

Ia meminta para P3K mengubah pola pikir dari sekadar mencari pekerjaan menjadi aparatur yang berorientasi pada pelayanan dan pembangunan daerah.

Yusran juga mengingatkan peserta untuk menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Ramah, cepat dan solutif dalam melayani masyarakat. Bertanggung jawab terhadap tugas dan anggaran. Terus tingkatkan kompetensi serta cepat menyesuaikan diri dengan teknologi dan regulasi,” ujarnya.

Bupati mengatakan para P3K juga memiliki peran dalam mewujudkan visi pembangunan Konawe melalui slogan “Membangun Desa, Menata Kota Menuju Konawe Bersahaja”.

Visi tersebut, kata dia, diarahkan pada pembangunan Konawe yang berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan dengan memperkuat pembangunan desa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pelayanan, serta digitalisasi birokrasi.

“Desa harus kita bangun agar ekonominya bergerak. Kalau warga desa punya uang, mereka belanja di kota, UMKM kita hidup,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yusran juga meminta para peserta memahami wilayah kerja dan kondisi kependudukan Kabupaten Konawe. Berdasarkan data statistik 2025, Konawe memiliki luas wilayah sekitar 6.118 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 270.829 jiwa.

Pembinaan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Ferdinand Sapan dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe Erjuna Rasjan.

Kegiatan ditutup dengan penguatan komitmen peserta melalui penghafalan Panca Prasetya Korpri sebagai bagian dari pembentukan integritas dan profesionalisme aparatur.

Pemerintah Kabupaten Konawe berharap para P3K dapat menjadi ujung tombak pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *