INPEDIA.ID : KONAWE – Seorang remaja bernama Chico Chiciano (18), warga Desa Tawarotebota, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi Bendungan Ameroro, Sabtu (30/5/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 17.45 Wita oleh tim gabungan yang terdiri atas personel Polsek Lambuya, warga, dan keluarga korban setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Lambuya IPDA Samrun, A.Md.Kep mengatakan pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang remaja yang tenggelam di saluran irigasi bendungan tersebut.
“Setelah menerima informasi, personel Polsek Lambuya bersama warga dan keluarga korban melakukan pencarian hingga korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.00 Wita saat korban bersama dua rekannya berada di kawasan Bendungan Ameroro. Korban kemudian turun ke saluran irigasi untuk berenang bersama salah seorang rekannya di bawah pintu air bendungan, sementara seorang rekan lainnya tidak ikut karena tidak memiliki kemampuan berenang.
Saat berada di dalam air, korban diduga mengalami kesulitan akibat derasnya arus saluran irigasi. Korban sempat berteriak meminta pertolongan. Rekannya berusaha membantu dengan mengulurkan sebatang kayu, namun korban tidak berhasil meraihnya dan akhirnya tenggelam.
Melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan kepada warga sekitar dan melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi menggunakan kendaraan patroli Polsek Lambuya dan dibawa ke rumah duka di Desa Tawarotebota.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, mengajukan permintaan Visum et Repertum, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.













