Dapur SPPG Padangguni Ditutup Usai Dugaan Keracunan Massal

Foto Ilustrasi

INPEDIA.ID : KONAWE – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, ditutup sementara menyusul dugaan kasus keracunan massal.

Penutupan tersebut merupakan instruksi langsung dari penanggung jawab wilayah SPPG Sulawesi sebagai langkah antisipasi pasca kejadian.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang menyebutkan adanya keracunan massal usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Video tersebut memperlihatkan kondisi pasien yang dirawat di Puskesmas Alosika, Kecamatan Padangguni.

Dalam unggahan itu disebutkan salah satu korban berasal dari Desa Sambaosu dan merupakan pasien ke-14 yang dirawat akibat dugaan keracunan.

“Ini korban mbg dr desa sambaosu kecamatan padangguni..ini korban yg ke 14 org..masuk rumah sakit,” tulisnya.

Berdasarkan data dari Puskesmas Padangguni, terdapat 14 pasien yang mengalami gejala serupa. Namun, pihak puskesmas belum dapat memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Dua hari setelah insiden, Labkesda Konawe merilis hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi para korban. Hasilnya menunjukkan bahwa makanan tersebut negatif sebagai penyebab keracunan.

Dengan demikian, dugaan sementara mengarah pada faktor lain di luar makanan MBG.

Meski hasil laboratorium telah keluar, operasional dapur SPPG tetap dihentikan sementara sebagai langkah evaluasi. Penutupan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *