17 Daerah Tampilkan Kearifan Lokal Islami Sambut Pembukaan MTQ XXXI Sultra di Konawe

Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim (kiri) Yosep Sahaka Bupati Koltim, Yusran Akbar Bupati Konawe, Hania Yusran Akbar ketua TP PKK Konawe saat menyambut pawai taaruf MTQ XXXI Sultra di Konawe

INPEDIA.ID : KONAWE – Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe berlangsung semarak dengan diikuti kontingen dari 17 kabupaten dan kota, Selasa (23/6/2026).

Ribuan peserta memadati ruas jalan menuju tribun yang berada di Inolombunggadue Cebter Park atau ICP Unaaha untuk mengikuti parade kafilah dan kendaraan hias yang menjadi rangkaian pembukaan MTQ XXXI Sultra yang dijadwalkan berlangsung pada 23-28 Juni 2026.

Panitia mencatat sebanyak 1.700 kafilah dan sekitar 300 tamu undangan mengikuti kegiatan yang mempertandingkan 48 cabang lomba tersebut. Pembukaan dijadwalkan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah.

Kontingen Kabupaten Buton Selatan membuka pawai dengan mengusung tema “Menembus Samudra Iman” melalui miniatur perahu Wasalamata sebagai simbol sejarah penyebaran Islam dan keteguhan iman masyarakat Kesultanan Buton. Sementara Kabupaten Buton menampilkan identitas budaya dan nilai keislaman yang berpadu dengan tradisi kesultanan berbasis syariat dan adat.

Kabupaten Konawe Utara memperkenalkan potensi wisata Pulau Labengki melalui kendaraan hias bertema daerah yang maju dan sejahtera. Kabupaten Wakatobi turut mempromosikan daerahnya yang dikenal sebagai kawasan konservasi, sedangkan Buton Tengah mengusung semangat berprestasi dengan visi daerah yang religius, berbudaya, dan berdaya saing.

Kolaka Utara tampil dengan busana hijau toska bermotif etnik yang merepresentasikan kekayaan komoditas unggulan seperti kakao dan lada. Adapun Kota Baubau membawa semangat gotong royong “Kerja Bersama” sebagai upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Konawe menjadi pusat perhatian melalui replika Al-Qur’an raksasa dan Masjid Babussalam Konawe yang dibuat oleh putra daerah alumni Pondok Pesantren Al-Azhar Konawe. Replika tersebut menampilkan Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas sebagai simbol pedoman hidup serta kecintaan kepada Allah SWT.

Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim mengatakan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkuat nilai keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membangun masyarakat yang religius serta berakhlak mulia.

” MTQ ini bukan sekedar lomba melantunkan ayat suci Al-Quran, tapi kita juga mengambil pelajaran dengan menerapkan kandungan dari lantunan ayat dibaca” terang Syamsul Ibrahim.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia menyiapkan 208 kamar di 15 hotel dan wisma serta petugas pendamping bagi setiap kontingen. MTQ XXXI Sulawesi Tenggara diharapkan menjadi wadah syiar Islam sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal melalui semangat kebersamaan dan nilai-nilai Al-Qur’an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *