Konawe Tetap Jadi Sentra Produksi Padi Terbesar di Sultra pada Awal 2025

Kendari : INPEDIA.ID – Kabupaten Konawe kembali menjadi daerah dengan produksi padi terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara pada periode Januari–April 2025 berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Data BPS mencatat produksi padi Kabupaten Konawe pada periode Januari–April 2025 mencapai 60.115 ton padi, tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Meski sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 60.495 ton, Konawe tetap menjadi penyumbang produksi padi terbesar di provinsi tersebut.

Di bawah Konawe, Kabupaten Bombana menempati peringkat kedua dengan produksi 27.450 ton, disusul Kabupaten Kolaka sebesar 23.870 ton, Kabupaten Kolaka Timur 21.110 ton, dan Kabupaten Konawe Selatan 16.990 ton selama Januari–April 2025.

BPS juga memperkirakan total produksi padi Sulawesi Tenggara pada subround Januari–April 2025 mencapai 159,60 ribu ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat sekitar 64,26 ribu ton atau lebih dari 67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 95,35 ribu ton GKG. Peningkatan itu didorong oleh bertambahnya luas panen pada awal 2025.

Selain produksi, luas panen padi di Sulawesi Tenggara pada Januari–April 2025 diperkirakan mencapai 38,17 ribu hektare, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 22,47 ribu hektare. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan produksi padi di wilayah tersebut.

Bagi Sulawesi Tenggara, posisi Konawe sebagai sentra produksi padi memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Tingginya produksi dari wilayah itu menjadi penyangga utama pasokan beras, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

Data yang dirilis BPS tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan sektor pertanian, mulai dari peningkatan infrastruktur irigasi, penyediaan benih unggul, hingga penguatan pendampingan kepada petani guna menjaga produktivitas padi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *