INPEDIA.ID : KONAWE – Pagi itu, debu tak lagi beterbangan di jalan utama Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Suara kendaraan yang melintas pun terdengar lebih halus, tak lagi disertai guncangan keras seperti tahun-tahun sebelumnya. Bagi warga Puriala, perubahan ini bukan sekadar soal aspal hitam yang membentang, tetapi tentang penantian panjang yang akhirnya terjawab.
Selama puluhan tahun, jalan rusak menjadi bagian dari keseharian warga. Saat kemarau, debu menutup pandangan dan mengganggu pernapasan. Ketika hujan turun, lubang-lubang jalan berubah menjadi genangan yang menyulitkan kendaraan melintas. Tak jarang, aktivitas ekonomi dan sosial warga terhambat karenanya.
Kini, kondisi itu tinggal kenangan. Jalan yang dulu rusak parah telah bertransformasi menjadi jalur beraspal mulus berkat dukungan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR) melalui peran PT Modern Cahaya Makmur (PT MCM).
Arum, salah seorang warga Puriala, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku hampir tak percaya ketika alat berat mulai bekerja dan aspal akhirnya terhampar di jalan yang selama ini hanya bisa ia lalui dengan penuh kehati-hatian.
“Puluhan tahun kami menunggu. Rasanya seperti mimpi melihat jalan ini akhirnya diaspal,” ujarnya sambil tersenyum. “Sekarang sudah enak dilewati, tidak takut jatuh atau terjebak lumpur lagi.”
Lebih dari sekadar kenyamanan berkendara, jalan beraspal membawa dampak besar bagi kehidupan warga. Akses menuju kebun menjadi lebih cepat, hasil pertanian lebih mudah dibawa ke pasar, dan anak-anak bisa berangkat ke sekolah tanpa khawatir terlambat karena jalan rusak.
Warga juga merasakan perubahan dalam aktivitas sosial. Mobilitas menjadi lebih lancar, kunjungan antarwarga meningkat, dan roda perekonomian desa perlahan bergerak lebih dinamis.
Bagi masyarakat Puriala, pembangunan jalan ini menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah dan dunia usaha terhadap wilayah yang selama ini berada di pinggiran pembangunan. Harapan pun tumbuh, bukan hanya untuk Puriala, tetapi juga untuk daerah lain di Sulawesi Tenggara yang masih mendambakan infrastruktur layak.
“Semoga ini bukan yang terakhir,” kata Arum. “Kami berharap pembangunan terus berlanjut, supaya kehidupan masyarakat semakin baik.” lanjnya.
Aspal yang kini membentang di Puriala bukan hanya menghubungkan titik ke titik, tetapi juga menyambungkan harapan lama dengan masa depan yang lebih cerah.













