Belum Tiga Bulan di Kerja, Peningkatan Jalan Mataiwoi-Abuki Mulai Rusak

Kondisi jalan nampak terlihat rusak dan mulai di lakukan pemeliharaan, padahal belum tiga bulan di kerja

InPedia : KONAWE – Pengerjaan proyek peningkatan jalan Mataiwoi-Abuki, yang seharusnya menjadi solusi bagi mobilitas, kini menuai kritik dari masyarakat setempat.

Pasalnya, belum tiga bulan selesai di kerja, sejumlah titik aspal mulai retak dan labil sehingga menimbulkan gelombang pada permukaan jalan, hal ini berpotensi membahayakan pengendara.

Proyek yang di kerjakan PT. Elfatih Asra Putra dengan nilai kontrak Rp 18,2 Milyar dari Dana Alokasi Khusus atau DAK Provinsi Sultra tahun 2023 itu tidak sesuai harapan masyarakat setempat.

Dengan kondisi jalan yang belum genap tiga bulan saja sudah menimbulkan kerusakan di sejumlah titik.

Menanggapi potensi kerusakan itu, Manager proyek pengerjaan jalan Mataiwoi-abuki Levi, mengungkapkan bahwa penyebab retak dan bergelombang di sebabkan base jalan tidak padat seperti yang ada di Desa Walay.

Pernyataan ini menarik perhatian karena merupakan penanggungjawab langsung dari pihak pelaksana proyek.

” Biasanya basenya kurang padat, tapi sudah di perbaiki,” kata Levi, Sabtu 20/01/2024.

Pernyataan itu mengundang pertanyaan serius terkait proses pengawasan dan kontrol kualitas, sebab base jalan sebelum di aspal terlebih dulu di lakukan tes kualitas.

Sementara itu, pengawas proyek, Ramli mengatakan pihaknya tengah melakukan perbaikan di sejumlah titik jalan yang terlihat retak dan bergelombang.

” Saat ini masih tahap pemeliharaan sampai enam bulan, untuk aspal bergelombang yang di dekker desa Walay itu akan di tambal, ” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *