KONAWE : INPEDIA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dalam rangkaian Kemah Bakti Festival Wisata Bahari Bersahaja tingkat Kabupaten Konawe 2026 di Kecamatan Kapoiala.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan perkemahan Tanjung Lalimbue, Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Sabtu (29/8/2026), dengan menyasar puluhan anak usia sekolah dasar dari sejumlah desa di sekitar lokasi perkemahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Yones mengatakan kegiatan pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit dan deteksi dini.
“Kami di Dinas Kesehatan tidak hanya ingin melayani masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah segala bentuk penyakit. Pencegahan itu lebih baik daripada mengobati,” kata Yones.
Ia mengatakan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut dia, perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, terutama dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat mulai dari lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak mendapatkan pelayanan sunatan secara gratis dengan ditangani oleh tenaga medis yang terdiri atas dokter dan paramedis.
Selain sunatan massal, Dinas Kesehatan juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Yones menjelaskan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat yang telah berjalan selama dua tahun.
Program tersebut, kata dia, bertujuan mendeteksi dan memetakan berbagai jenis penyakit yang dialami masyarakat. Data hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan di bidang kesehatan.
“Ketika cakupan pemeriksaan sudah mencapai 90 persen, kita bisa memiliki gambaran mengenai jenis penyakit yang banyak diderita masyarakat sebagai dasar dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinas Kesehatan Konawe juga terus menjalankan berbagai program pencegahan penyakit, termasuk pencegahan tuberkulosis (TB) serta upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.
Ia mengatakan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan ibu hamil perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga menjelang persalinan untuk mencegah risiko yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.
“Ketika angka kematian bayi meningkat, imbasnya usia harapan hidup kita akan turun. Saat ini usia harapan hidup di Konawe berada di angka 75 tahun,” jelasnya.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Konawe dengan tenaga medis puskesmas, Asosiasi Puskesmas se-Kabupaten Konawe, Public Safety Center (PSC) 119, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Kwartir Pramuka Daerah Kabupaten Konawe.
Yones berharap kegiatan pelayanan kesehatan di tengah rangkaian Kemah Bakti tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Harapan kami kegiatan ini bukan hanya sekadar bakti sosial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Konawe yang sehat dan produktif menuju Konawe Bersahaja,” katanya.













