INPEDIA.ID : KENDARI – Sulawesi Tenggara bersiap menorehkan sejarah baru di dunia infrastruktur. Pemerintah resmi mematangkan rencana pembangunan Jembatan Buton–Muna, mega proyek senilai Rp 6,1 triliun yang akan menghubungkan dua pulau besar di provinsi ini, Pulau Buton dan Pulau Muna.
Jembatan ini akan menghubungkan Desa Baruta, Kabupaten Buton Tengah dengan Desa Palabusa, Kota Baubau. Dengan panjang total 2.969 meter dan bentang utama 765 meter, Buton–Muna digadang akan menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara.
“Ini adalah komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kawasan Timur Indonesia,” demikian pernyataan resmi Kementerian PUPR melalui laman pu.go.id.
Konstruksi jembatan rencananya dimulai tahun depan dan ditargetkan rampung dalam waktu empat tahun. Desainnya mencakup:
* Jalan pendekat Pulau Muna 1.278 meter
* Jembatan pendekat Pulau Muna 186 meter
* Jembatan utama 765 meter
* Jembatan pendekat Pulau Buton 525 meter
* Jalan pendekat Pulau Buton 215 meter
* Jalur khusus motor selebar 2 meter
Selain megah, jembatan ini dirancang tahan hingga puluhan tahun pemakaian, dengan clearance memadai untuk lalu lintas kapal. Kehadirannya diharapkan bukan hanya mempersingkat perjalanan antarpulau, tapi juga membuka peluang ekonomi, pariwisata, dan perdagangan baru bagi masyarakat Sultra.













