KONAWE : INPEDIA.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Kabupaten Konawe pada Juli 2026 sebesar 1,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 114,40.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kabupaten Konawe, capaian tersebut menjadi yang terendah di antara lima kabupaten/kota yang menjadi daerah penghitungan inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Secara bulanan (month-to-month/mtm), Konawe mengalami inflasi sebesar 0,54 persen yang dipengaruhi kenaikan harga pada kelompok transportasi serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Sementara itu, sejumlah komoditas pangan seperti tomat, sawi hijau, dan kacang panjang mengalami deflasi.
Bupati Konawe H. Yusran Akbar di Unaaha, Selasa, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dengan mengacu pada sasaran inflasi nasional.
“Kabupaten Konawe tetap menjaga posisi target inflasi nasional, yakni 2,5±1 persen. Kami juga mengantisipasi agar tidak terjadi deflasi yang ekstrem karena dapat berdampak pada petani maupun pelaku usaha. Yang terpenting, harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memantau kondisi pasokan,” katanya.
Selain stabilitas inflasi, Yusran menyebut aktivitas ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif yang tercermin dari peningkatan penerimaan pajak daerah, khususnya sektor rumah makan dan restoran.
Menurut dia, realisasi pendapatan pajak rumah makan dan restoran hingga Juli 2026 telah mencapai Rp11,9 miliar atau sekitar 88,2 persen dari target sebesar Rp13,5 miliar.
“Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak. Peningkatan penerimaan pajak tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya bidang kuliner, tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan peningkatan aktivitas ekonomi tersebut turut didorong oleh berbagai kegiatan dan agenda yang diselenggarakan di Kabupaten Konawe sehingga mampu meningkatkan kunjungan masyarakat serta berdampak terhadap omzet pelaku usaha.
“Berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Konawe memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM. Kondisi ini pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Konawe, lanjut Yusran, akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.













