KONAWE : INPEDIA.ID – Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara, H. Yusran Akbar melantik Suparman Pagala sebagai Kepala Desa Lerehoma, Kecamatan Anggaberi, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan di pendopo kantor pemerintahan setempat, Jumat (2/10).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Konawe Nomor 100.3.3.2/502 Tahun 2026 yang ditetapkan di Unaaha pada 1 Oktober 2026.
Suparman Pagala dilantik untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kepala Desa Lerehoma yang berakhir pada 27 Januari 2028, sekaligus menggantikan Pejabat Kepala Desa sebelumnya, Jasran.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan bupati, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Bupati Konawe.
Dalam sumpahnya, Suparman berjanji akan menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, dan seadil-adilnya serta menaati Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Rangkaian pelantikan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara, penyematan tanda jabatan oleh bupati, serta pernyataan pelantikan.
Dalam sambutannya, Bupati Konawe Yusran Akbar meminta kepala desa yang baru dilantik tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk menghentikan pembangunan di desa.
Ia mengatakan kepala desa harus mampu mengembangkan potensi lokal dengan mengandalkan gagasan, kreativitas dan kolaborasi, terutama di tengah tantangan pengurangan dana desa.
“Kita tidak boleh pesimis, kita tidak boleh mengeluh. Sepanjang masih bisa menghirup udara segar, kita harus semangat. Jangan berpikir mau ada uang baru bisa jadi. Kalau ada uang baru bisa jadi, sekali dikasih uang, hilang orangnya, tidak selesai pekerjaan,” kata Yusran.
Ia kemudian mencontohkan sejumlah desa di Jawa Tengah yang mampu mengembangkan potensi mata air atau umbul menjadi objek wisata yang dikelola melalui badan usaha milik desa (BUMDes).
Menurut dia, terdapat desa yang pada 2017 mengalokasikan sekitar Rp500 juta untuk membangun kolam seluas dua are dari potensi mata air. Pengembangan tersebut, kata dia, kemudian menghasilkan omzet hingga Rp13 miliar, dengan laba bersih mencapai Rp1,2 miliar dalam satu pekan saat libur tahun baru.
“Desa ini hanya memanfaatkan mata air, mengemas cerita menarik, dan mengelolanya dengan baik. Saya ingin dari 291 desa dan 57 kelurahan di Konawe, ada satu desa yang bisa bersaing dengan desa-desa maju di Jawa,” ujarnya.
Yusran juga menilai Desa Lerehoma memiliki potensi strategis karena berada dalam kawasan industri. Untuk itu, ia mendorong pemerintah desa membangun kolaborasi dengan masyarakat, pemuda melalui Karang Taruna, serta perusahaan yang berada di kawasan tersebut.
“Saya minta kepala desa dan masyarakat duduk bersama. Jika ada ketidaksepahaman, bicarakan dengan baik. Jangan ada masalah hanya karena beda pendapat,” katanya.
Bupati juga meminta Suparman segera memahami kondisi, potensi dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Lerehoma.
Ia menekankan pentingnya kejujuran, gotong royong, kebersamaan dan keterbukaan dalam menjalankan pemerintahan desa.
“Kepada seluruh masyarakat Desa Lerehoma, saya mengajak untuk memberikan dukungan kepada kepala desa yang telah dilantik. Sampaikan kritik dan saran secara konstruktif, awasi penyelenggaraan pemerintahan desa dengan baik, tetapi tetap jaga persatuan, keamanan, ketertiban, dan kerukunan,” katanya.
Yusran mengatakan pembangunan Kabupaten Konawe membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga dunia usaha.
Menurut dia, Konawe harus dibangun menjadi daerah yang aman, tenteram dan memiliki daya tarik sehingga dapat dikunjungi masyarakat dari luar daerah.
“Syaratnya harus aman, harus tenteram, harus indah. Saya tidak bisa kerja sendiri, harus dibantu oleh semua stakeholder. Mari kita bangun desa, menata kota, sehingga Kabupaten Konawe bisa menjadi lebih baik lagi secara ekonomi dan mandiri, berawal dari desa kita,” pungkasnya.













