Siswa SMA Negeri 12 Konawe Tolak Kehadiran Guru Terkait Dugaan Kasus Asusila

Siswa SMA Puriala saat protes kehadiran guru Asusila di Sekolahnya

KONAWE : INPEDIA.ID – Sejumlah siswa SMA Negeri 12 Konawe, kompak menolak kehadiran Widia Astuti, seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di lingkungan sekolah.

Penolakan itu diduga berkaitan persoalan hukum yang menyeret nama guru tersebut dalam dugaan kasus perzinaan sesama guru sekolah.

Seorang siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan penolakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan siswa terhadap perilaku seorang guru, terlebih guru yang seharusnya menjadi suri tauladan malah melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan mencoreng nama baik sekolah.

“Kami mengusir guru perempuan tadi (Widia Astuti) karena mencoreng nama baik sekolah,” katanya.

Menurut siswa tersebut, perilaku yang dilakukan guru itu sudah tidak bisa di tolerir untuk masuk dan mengajar di sekolahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 12 Konawe, Sumardin, membenarkan adanya penolakan siswa terhadap kehadiran Widia Astuti di sekolah.

“Iya, tadi para siswa mengusir Ibu Widia Astuti,” ujar Sumardin.

Ia mengatakan pihak sekolah belum dapat mengambil keputusan terkait penugasan guru tersebut karena, menurut dia, kedua guru yang bersangkutan diperintahkan oleh instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kembali bertugas di sekolah itu.

“Mereka hanya datang di sekolah untuk mengabsen tanpa mengajar,” katanya.

Sumardin tidak merinci lebih lanjut mengenai dasar penugasan tersebut maupun langkah yang akan ditempuh pihak sekolah untuk menyikapi penolakan siswa.

Penolakan tersebut memunculkan harapan agar pihak sekolah dan instansi terkait dapat mengambil langkah sesuai ketentuan guna menjaga kondusivitas kegiatan belajar mengajar.

Adapun dugaan kasus perzinaan yang dikaitkan dengan Widia Astuti dan Iksan Saputra disebut masih dalam proses penanganan hukum dan pemeriksaan kode etik oleh instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *