Bupati Konawe Tegaskan P3K Jadi Penggerak Utama Visi Konawe Bersahaja

Bupati Konawe Yusran Akbar

KONAWE : INPEDIA.ID – Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara, H. Yusran Akbar, menegaskan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) merupakan bagian penting dari penggerak pembangunan daerah dalam mewujudkan visi Konawe Bersahaja.

Hal itu disampaikan Yusran Akbar saat membuka Orientasi P3K Gelombang IV Formasi Tahun 2025 di Gedung Wekoila, Unaaha, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 569 peserta dari berbagai formasi, yakni tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis.

“Jangan pernah berpikir kalian hanya P3K. Kalian ini adalah bagian utama dari inti penggerak pembangunan dan aparatur sipil negara. Ribuan orang adalah kekuatan besar bagi Konawe,” kata Yusran di hadapan peserta.

Menurut dia, P3K memiliki sejumlah peran strategis, mulai dari menjadi representasi pemerintah daerah, penggerak pembangunan sektor publik, pelaksana kebijakan kepala daerah, hingga pemberi pelayanan profesional kepada masyarakat tanpa diskriminasi.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antaraparatur sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Jangan loyo-loyo, jangan lemas-lemas. Kalau tidak ada kalian, kepala seksi tidak bisa kerja, kepala dinas tidak bisa kerja,” ujarnya.

Yusran menjelaskan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029 mengusung empat pilar Konawe Bersahaja, yakni berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan.

Pembangunan tersebut, kata dia, diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata hingga ke 291 desa, 57 kelurahan, dan 28 kecamatan.

“Program kita bukan hanya untuk yang di kota. Desa harus kita bangun agar ekonominya bergerak. Kalau warga desa punya uang, mereka belanja di kota. UMKM kita hidup,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendorong para P3K untuk mengubah pola pikir dari fixed mindset menuju growth mindset. Menurutnya, aparatur harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Ia menilai peningkatan kompetensi melalui pembelajaran daring, literasi, serta diskusi menjadi kebutuhan penting bagi ASN di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat.

Yusran mengingatkan para P3K bahwa penghasilan mereka bersumber dari uang rakyat melalui pajak, retribusi, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara profesional, tulus, dan tanpa membeda-bedakan.

Ia juga meminta seluruh P3K menginternalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK serta menjaga produktivitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

“Kinerja P3K akan dievaluasi setiap tahun. Kontrak dapat tidak diperpanjang apabila terjadi pelanggaran atau produktivitas tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tegasnya.

Menutup arahannya, Yusran Akbar menargetkan Konawe dapat berkembang menjadi daerah tujuan pada 2030, bukan sekadar daerah yang dilalui atau menjadi tempat transit.

“Jadikan Konawe daerah yang dirindukan. Mari kita bangun Konawe yang ramah, cantik, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh aparatur menjadikan pengabdian kepada masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas.

“Jangan bertanya apa yang akan diperoleh, melainkan apa yang telah diberikan untuk masyarakat Konawe,” kata Yusran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *