Dekranasda Konawe Tampilkan Tenun Tabere Tolaki pada HUT Dekranas di Makassar

INPEDIA.ID : MAKASSAR – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe mengandalkan tenun bermotif Tabere Tolaki sebagai produk unggulan pada pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe Hj. Hania Yusran Akbar mengatakan tenun Tabere Tolaki dipilih karena merepresentasikan identitas budaya masyarakat Tolaki sekaligus memiliki potensi untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Konawe melalui tenun ini, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Hania, Kamis 9/8/2026.

Selain tenun, Dekranasda Konawe juga menampilkan berbagai produk kerajinan berbahan serat alam yang menjadi salah satu program prioritas pada 2026. Produk tersebut antara lain kerajinan dari pelepah pisang, bambu, daun pandan hutan, serta anggrek Sorume khas Konawe.

Menurut Hania, pengembangan kerajinan tenun dan serat alam menjadi fokus Dekranasda Konawe untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas akses pasar bagi produk kerajinan daerah.

Ia menjelaskan seluruh produk yang dipamerkan telah melalui proses kurasi bersama Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara agar memenuhi standar kualitas dan memiliki nilai jual di tingkat nasional.

Pameran HUT ke-46 Dekranas digelar pada 8-12 Juli 2026 dengan mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Kegiatan tersebut diikuti 204 stan dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia, serta untuk pertama kalinya diselenggarakan di pusat perbelanjaan guna menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain pameran produk kerajinan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop, talkshow, malam budaya, dan festival kuliner sebagai bagian dari peringatan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.

Dekranasda Sulawesi Tenggara turut melibatkan seluruh kabupaten dan kota dalam pameran tersebut, termasuk Kabupaten Konawe, untuk mempromosikan produk kerajinan unggulan daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *