KONAWE (INPEDIA.ID) – BPR Bahtermas mencatat total aset hampir Rp500 miliar dan menargetkan penguatan peran sebagai penggerak ekonomi daerah menjelang rencana penggabungan seluruh BPR di Sulawesi Tenggara menjadi Bank Daerah Sultra (BDS) pada 2027.
Direktur BPR Bahtermas Dr. Ahmat di Konawe, Rabu, mengatakan kontribusi Kabupaten Konawe terhadap total aset BPR Bahtermas mencapai sekitar 27 persen atau sebesar Rp145 miliar.
“Penyaluran kredit di Konawe juga mencapai Rp116 miliar atau sekitar 29 persen dari total kredit yang disalurkan,” kata Ahmad saat kegiatan “Konawe Investment Business Forum 2026” Rabu (13/5/2026)
Ia menjelaskan BPR Bahteramas merupakan satu dari 12 bank perkreditan rakyat yang dibentuk pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara dan nantinya akan dilebur menjadi satu entitas sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut dia, pasca-merger, Bank Daerah Sultra ditargetkan memiliki aset mencapai Rp1 triliun agar mampu memperluas pembiayaan sektor produktif di daerah.
Ahmat mengatakan keberadaan BPR selama ini difokuskan untuk menjangkau pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga masyarakat di wilayah yang belum sepenuhnya terlayani perbankan besar.
Selain memperkuat pembiayaan UMKM, pihaknya juga mendorong peningkatan partisipasi pemerintah daerah melalui kepemilikan saham guna memperbesar kapasitas permodalan bank daerah tersebut.
“Kami berharap perbankan daerah dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan mendukung investasi di Sulawesi Tenggara,” ujar Ahmat.













