Seleksi Atlet Voli Konawedi di Duga Syarat Nepotisme

Ilustrasi Seleksi Voly

INPEDIA.ID : KONAWE – Seleksi atlet voli Kabupaten Konawe untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga syarat praktik nepotisme.

Dugaan tersebut mencuat setelah muncul nama-nama atlet yang di sinyalir tidak mengikuti proses seleksi namun tercover dalam daftar atlet voly Konawe.

Edwin, Pelatih voli Konawe, saat di konfirmasi awak media mengatakan proses seleksi yang digelar pada 10–12 April 2026 telah sesuai prosedur seleksi.

Namun, panitia kembali menggelar seleksi ulang pada 19 April. Seleksi ini di duga syarat nepotisme sehingga menjadi sorotan karena seleksi tersebut di luar dari jadwal resmi yang di sepakati.

“Semua peserta yang mendaftar sudah mengikuti seleksi sesuai jadwal resmi. Tetapi kemudian muncul nama-nama yang tidak ikut seleksi, justru dinyatakan lolos. Ini menimbulkan pertanyaan besar,” kata Edwin.

Ia menyebut tiga nama, yakni DL, RD, dan PN, yang diduga tidak mengikuti proses seleksi awal namun masuk dalam daftar atlet yang akan mewakili Konawe.

Edwin menilai kondisi tersebut berpotensi mencederai prinsip keadilan dan sportivitas, serta mengarah pada praktik nepotisme dalam penentuan atlet.

“Dengan adanya seleksi susulan dan masuknya nama yang tidak melalui tahapan yang sama, publik bisa menilai ada pola lama yang kembali digunakan, yakni atlet titipan,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan panitia membuka seleksi tambahan di luar jadwal resmi juga dinilai tidak transparan dan berpotensi menguntungkan pihak tertentu.

Ia menegaskan, jika dugaan tersebut tidak segera dijelaskan, maka kepercayaan terhadap proses pembinaan olahraga daerah bisa menurun.

Edwin berharap panitia seleksi memberikan klarifikasi terbuka kepada publik guna memastikan tidak adanya praktik yang menyimpang dalam penjaringan atlet.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, panitia seleksi belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut. Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Konawe, Mashuri, juga belum merespons konfirmasi mengenai masuknya ketiga nama atlet yang dipersoalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *