KONAWE : INPEDIA.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tongauna-Asao, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi dihentikan sementara setelah puluhan siswa SMAN 20 Konawe diduga mengalami keracunan makanan, Kamis (24/9/2026).
Penghentian operasional SPPG tersebut dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat setelah munculnya kasus dugaan keracunan yang dialami 59 orang di lingkungan SMAN 20 Konawe.
Koordinator Wilayah Kabupaten Konawe untuk SPPG dan BGN, Nopri Al Ikmansyah, SH, membenarkan bahwa SPPG Tongauna-Asao telah ditutup sementara.
“Sudah resmi ditutup dan suratnya sudah terbit,” kata Nopri.
Ia menjelaskan, keputusan penghentian tersebut telah dituangkan dalam surat resmi yang diterbitkan oleh BGN Pusat. Penutupan dilakukan setelah adanya laporan mengenai siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 37 siswa menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 33 siswa dirawat di RSUD Konawe, satu siswa mendapat penanganan di RS Setia Bunda, dan tiga lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Tongauna.
Selain siswa, seorang guru juga dilaporkan mengalami kondisi serupa. Sementara 22 korban lainnya telah dipulangkan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.
Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan telah dikirim untuk menjalani pengujian di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Konawe.
Alfred dari Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab dugaan keracunan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Untuk penyebabnya masih dilakukan uji laboratorium di Labkesda Konawe,” ujarnya.
Salah satu makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut adalah bakso cepat saji atau frosen yang dibeli dari sebuah toko.
Pada saat yang sama, siswa SMAN 20 Konawe juga mendapatkan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan SPPG Tongauna-Asao.













