BPS Konawe catat deflasi 0,44 persen pada Agustus 2026

KONAWE : INPEDIA.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe mencatat Kabupaten Konawe mengalami deflasi sebesar 0,44 persen secara month to month (m-to-m) pada Agustus 2026.

Kepala BPS Kabupaten Konawe Ade Ida Mane, S.ST., M.Si., mengatakan perkembangan tersebut berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Konawe yang dirilis di Ruang Rapat BPS Kabupaten Konawe, Rabu (1/9).

“Perkembangan IHK menjadi salah satu indikator penting untuk melihat pergerakan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat,” kata Ade.

Ia menjelaskan, meskipun secara bulanan terjadi deflasi, secara tahunan (year on year/y-on-y) sejumlah kelompok pengeluaran masih mengalami kenaikan indeks harga.

Kenaikan tersebut antara lain terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,95 persen; pakaian dan alas kaki 1,45 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,46 persen.

Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 6,71 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, dan transportasi sebesar 6,60 persen.

Kenaikan indeks juga tercatat pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 4,63 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,04 persen; pendidikan 1,25 persen; serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,16 persen.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 4,04 persen.

BPS Konawe juga mencatat tingkat inflasi year to date (y-to-d) hingga Agustus 2026 mencapai 3,88 persen.

Ade mengatakan data IHK tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian harga dan inflasi.

Selain pemerintah, informasi perkembangan harga tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat untuk memahami kondisi perekonomian daerah.

“BPS Kabupaten Konawe terus berkomitmen menyediakan data statistik yang berkualitas, akurat, dan terpercaya untuk mendukung perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *